Logika Mengenai 7 Mitos di Indonesia

Istilah Yunani mitos (μῦθος) berarti kira-kira 'pidato', 'kata' (sebagai lawan dari tindakan, dan dalam Aeschylus 'ἔργῳ κοὐκέτι μύθῳ ',' Engkau tidak hanya ini, tapi fakta ')  dan, dengan perluasan, 'tindak
tutur ritual ', seperti bos di pertemuan, atau seorang penyair atau imam  atau cerita. (Aeschylus: "Ἀκούσει μῦθον ἐν βραχεῖ λόγῳ ',' mendengar cerita dalam waktu singkat ')

Mitos adalah bagian dari sistem kepercayaan budaya atau komunitas, yang menganggap mereka kisah nyata. Karakter yang fantastis telah menyebabkan beberapa untuk mempertimbangkan bahwa mitos adalah kebohongan dan karena itu menggunakan kedua istilah secara bergantian. Tapi mitos dapat dimengerti hanya dalam konteks. Untuk orang luar untuk itu, mitos-mitos dari kelompok tertentu akan tidak dapat dimengerti atau masuk akal. Semua kelompok memiliki mitos dan mereka mengacu pada dimensi yang berbeda dari kehidupan manusia dan masyarakat.

1. Kalau malam tiba dilarang berdiri di bawah pohon agar tidak dibius setan
Seseorang bisa saja pingsan saat berada di bawah pohon besar di malam hari. Ke

jadian ini tidak ada hubungannya pana sekali dengan dibius setan. Pada siang hari tumbuhan membutuhkan karbondioksida untuk bernafas, tetapi pada makan hari tumbuhan membutuhkan oksigen untuk bernafas. Manusia memerlukan oksigen untuk bernafas, jadi proses pernafasan manusia akan terganggu ketika berada di bawah pohon pada malam hari.

2. Tertimpa cicak tandanya sial
Sial di sini maksudnya dari tertimpa cicak itu sendiri. Siapa yang tidak sial kalau sedang enak – enak duduk tiba – tiba tertimpa cicak.


3. Jangan memakai sesuatu yang tajam di malam hari, pamali
Mungkin mitos ini muncul sebelum adanya listrik, jadi rasa orang tua melarang anaknya untuk tidak menggunakan benda tajam di malam hari. Kalau sekarang kan sudah ada listrik, buat apa mempercayai mitos ini.

4. Jangan memakai payung pada makan hari tanpa alasan
Jelas tidak disarankan, jika Anda melakukannya pasti akan disangka orang gila. Tidak panas tidak hujan tetapi memakai payung.

5. Wanita tidak boleh duduk di depan pintu
Zaman dahulu wanita masih menggunakan rok, belum ada yang memakai celana. Jadi, kalau ada wanita yang duduk di depan pintu pasti akan terlihat…ya gitu deh. Pasti banyak mengundang hawa nafsu.

6. Jangan bersiul pada malam hari
Maksudnya adalah agar tidak mengganggu orang – orang yang sedang tidur.

7. Memakai payung di dalam rumah berarti sial
Ya sial kalau lagi ada banyak orang di dalam rumah dan kita memakai payung. Mungkin orang – orang di sekitar Anda akan merasa terganggu atau tercolok matanya.

Demikian penjelasan masuk akal dari mitos 7 mitos terpopuler di Indonesia. Para nenek moyang menganggapnya sebagai pamali atau ora ilok kalau orang Jawa bilang. Sebagai orang yang beragama, khususnya Islam tidak boleh mempercayai ramalan atau semacamnya karena hidup dan mati berada di tangan Tuhan, bukan nenek moyang.

Penulis : asbar pratama ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel Logika Mengenai 7 Mitos di Indonesia ini dipublish oleh asbar pratama pada hari Jumat, 02 Maret 2012. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan Logika Mengenai 7 Mitos di Indonesia
 

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts